Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Konsep Pemberdayaan Masyarakat dalam Program KKN (Kuliah Kerja Nyata) – Blog Pak Heri

Konsep Pemberdayaan Masyarakat dalam Program KKN (Kuliah Kerja Nyata)

Kegiatan Penyuluhan Sebagai Salah Satu Bentuk Pemberdayaan (Dok. @heriakhmadi)

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “Konsep Pemberdayaan Masyarakat dalam Program KKN (Kuliah Kerja Nyata)” merupakan catatan saya pada pertemuan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang diselenggarakan oleh LP3M UMY hari ini, Kamis 18 Juli 2018. Kegiatan ini merupakan bagian dari kordinasi dan pembekalan bagi DPL untuk kembali menyamakan persepsi pada program pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini program Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap 2017/2018 yang akan dimulai akhir bulan ini.

Filosofi Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Sebelum berbicara tentang pemberdayaan, saya akan membahas terlebih dahulu terkait dengan dengan program KKN. Sebagai salah satu bagian dari kurikulum pendidikan, KKN merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa. Sebagai sebuah program, kegiatan KKN ini pada dasarnya mempunyai dua filosofi utama:

  1. Pengabdian
  2. Pemberdayaan

Dua komponen utama KKN di atas harus benar-benar dipahami oleh peserta KKN, dalam hal ini mahasiswa dan ditekankan oleh dosen pembimbing lapangan. Dalam konteks pengabdian, KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengabdi pada masyarakat. Mengabdi berarti melakukan sesuatu tanpa pamrih. Inilah saatnya mahasiswa memberikan sesuatu atau berbuat untuk masyarakat. Setelah sekian tahun lamanya kuliah, inilah saatnya mahasiswa berbuat untuk masyarakat.

Filosofi kedua adalah pemberdayaan. Ini yang akan dibahas lebih detail sesuai dengan judul tulisan ini.

Permberdayaan atau Pembangunan?

KKN merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa dan dosen. Karena ini merupakan kegiatan pemberdayaan, maka harus dipahami bahwa itu adalah proses pemberdayaan masyarakat. Hal ini menjadi penting karena terkadang pada prakteknya yang terjadi bukanlah kegiatan pemberdayaan tetapi kegiatan “pembangunan”.

Ada perbedaan yang sangat jelas antara pemberdayaan dan pembangunan. Kegiatan pemberdayaan berarti kegiatan untuk menjadikan masyarakat lebih berdaya sebagai suatu komunitas. Berdaya artinya bisa melakukan perannya secara mandiri tanpa ketergantungan pada orang lain. Oleh karena itu kesuksesan kegiatan pemberdayaan dilihat saat kegiatan KKN selesai apakah program yang dilaksanakan masih terus dilanjutkan sendiri oleh masyarakat atau berhenti seiring selesainya kegiatan KKN.

Pemahaman tentang PEMBERDAYAAN ini menjadi penting tidak hanya saat mahasisw melakukan kegiatan KKN, tetapi juga mahasiswa menyusun program KKN. Pemahaman yang keliru akan proses pemberdayaan akan menyebabkan keliru juga dalam membuat program. Contoh misalnya yang banyak dilakukan, mahasiswa membuat program les bimbingan belajar untuk anak-anak. Alasan dari program ini adalah permintaan dari masyarakat. Namun demikian jika setelah KKN selesai program itu juga selesai atau tidak dilanjutkan oleh masyarakat, maka itu bukanlah pemberdayaan.

Hal yang terakhir ditemui tadi biasanya terjadi pada kegiatan PEMBANGUNAN. Kegiatan pembangunan pada umumnya adalah inisiatif dari pihak luar, misalnya pemerintah. Masyarakat hanya sebagai obyek yang terkena kebijakan. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat tidak begitu banyak dalam kegiatan pembangunan. Karena dari proses perencanaan, pelaksanaan program semua dari pemerintah atau pihak luar.

Fasilitator dalam Permberdayaan Masyarakat

Dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa bertindak sebagai fasilitator. Sebagai fasilitator, mahasiswa bisa mengambil beberapa peran sesuai dengan kondisi masyarakat yang ditemui setelah melakukan observasi. Berikut ini beberapa kondisi masyarakat dan peran yang bisa diambil mahasiswa:

  1. Peran MODERATOR (Aku tahu, kamu tahu)
  2. Peran MOTIVATOR (Aku tidak tahu, kamu tahu)
  3. Peran NARASUMBER (Aku tahu, kamu tidak tahu)
  4. Peran MEDIATOR (Aku tahu, kamu tahu)
Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat saat KKN

Keterampilan Fasilitator

  • Kesiapan Diri
  • Penguasaan Metode Fasilitasi
  • Penguasan Materi
  • Penguasaan Forum dan Audiens

Etika Fasilitator

Etika menjadi penting karena mahasiswa datang ke desa adalah sebagai orang luar, alias sebagai “tamu” bagi mahasiswa. Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh mahasiswa di desa akan menjadi sorotan masyarakat. Oleh karena itu, persoalan etika menjadi penting dalam kegiatan KKN. Pemahaman etika bagi mahasiswa khususnya menjadi salah satu kunci sukses proses pemberdayaan masyarakat.

Teknik-teknik Pemberdayaan Masyarakat

Petama, PEMBAURAN

  • fasilitator berbaur dengan masyarakat yang akan diberdayakan
  • tidur di tempat yang sama, makan dengan menu yang sama

Kedua, OBSERVASI

  • Menggunakan seluruh indra untuk menangkap seluruh fenomena yang ada di wilayah pemberdayaan

Ketiga, NEED ASSESMENT

Keempat, PERENCANAAN PROGRAM

  • Idealnya perencanaan dilakukan sendiri oleh masyarakat
  • Namun pada program KKN karena waktu terbatas maka program disusun oleh mahasiswa. Disebut Asumsi program, karena masyarakat belum tentu setuju

Kelima, PELAKSANAAN PROGRAM

Keenam, EVALUASI

Participatory  Rural Appraisal (PRA)

PRA merupakan salah satu teknik yang banyak digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kunci utama dari metode pendekatan PRA adalah pelibatan masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan. Berikut ini beberapa prinsip dalam metode PRA

  1. Prinsip Saling Belajar
  2. Prinsip Keterlibatan (termasuk kelompok marjinal/minoritas)
  3. Orang luar sebagai FASILITATOR, masyarakat sebagai PELAKU
  4. Konsep TRIANGULASI (pengelompokan masyarakat sesuai komunitas masing-masing)
  5. Prinsip Keberlanjutan Program

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*