Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Memahami Konsep “KAMPUS MERDEKA” Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi – Blog Pak Heri

Memahami Konsep “KAMPUS MERDEKA” Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi

Oleh: Heri Akhmadi, S.P., M.A.

Salah satu kebijakan pendidikan yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) melalui “Mas Menteri” Nadiem Anwar Makarim adalah konsep “KAMPUS MERDEKA”. Sebagaimana dikatakan oleh Mendikbud, kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar.

Barangkali contoh yang paling mudah bagi universitas¬† adalah “merdeka” dari akreditasi. Akreditasi ini menjadi momok bagi universitas dan merupakan hajat rutin 5 tahunan yang menyita energi dan sumberdaya. Melalui kerangka kampus merdeka, universitas atau program studi diberikan kebebasan melakukan akreditasi (tidak wajib). Akreditasi hanya bagi yang menginginkan (misal ingin naik peringkat) dan jika memang diperlukan (misal tuntutan masyarakat).

Secara ringkas setidaknya ada 4 kebijakan kampus merdeka yaitu:

  1. Otonomi kampus (PTN/PTS) untuk membuka program studi baru (bagi PTN/PTS terkareditasi A) kecuali prodi kesehatan dan pendidikan
  2. Re-Akreditasi otomatis
  3. Kebebasan PTN BLU menjadi PTN BH
  4. Kebebasan Mahasiswa mengambil mata kuliah di luar prodi (kecuali kesehatan) dan perubahan konsep SKS

Salah satu hal yang menjadi catatan dari mas menteri adalah PRIORITAS dalam beliau lebih dalam bidang PENDIDIKAN. Itulah mengapa penelitian dilimpahkan ke Kementerian RistekBRIN. Quote Nadiem: prioritas berarti ada yang diutamakan, ketika semua diutamakan berarti tidak ada prioritas. Prioritas ini lahir dari pemahaman pendidikan berdasarkan strata:

  • S1 = menggunakan ilmu
  • S2 = mengembangkan ilmu
  • S3 = menemukan ilmu (novelty)

Berdasarkan konsep diatas, kuliah (S1) pada dasarnya tidak dituntut untuk meneliti (skripsi). Penelitian hanya bagi pascasarjana.

Keunikan UMY yg bisa dibangun UMY:

  • Al Islam dan Kemuhammadiyahan
  • Kemandirian dan Kerjasama (berdasarkan survey perilaku alumni yg perlu diperbaiki)
  • Kebutuhan mendasar era 4.o (artificial intellegence, psikologi)

Tampilan RPS: seperti proposal SPADA (Peta Kompetensi) – outcome based curriculum

Catatan Webinar MBKM

Sebagai lanjutan dari ide tentang Kampus Merdeka. Kementerian Pendidikan Kebudayaan meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). MBKM bukan perubahan Kurikulum, tp penambahan metode pembelajaran. Jadi MBKM bukan restrukturasi tapi reformulasi (UB), atau reorientasi (IPB).

SKS pada MBKM adalah durasi belajar.

Standar KKN 4 SKS

Magang dalam MBKM

Magang merupakan kegiatan pembelajaran di luar kampus yang umumnya dilakukan di perusahaan untuk mengetahui dan memahami pelaksanaan teori yang didapatkan mahasiswa di kampus dengan implementasinya di lapangan (perusahaan). Perbedaan yang mendasar antara magang sebelumnya dengan Magang pada kurikulum MBKM pada durasi kegiatannya.

Magang pada MBKM terdiri dari total 20 SKS yang terdiri dari beberapa bahan kajian, misal: penyusunan laporan, penyusunan program dst. Penilaian diberikan pada masing-masing bahan kajian, bukan pada magang secara keseluruhan.

Perusahaan yang dipilih:

  • Sedikit tp mampu mengikuti standar
  • Cari perusahaan: kalau bisa yg ada alumni di situ.

Tugas Akhir dalam MBKM

Tugas akhir pada kurikulum MBKM mempunyai format yang berbeda daripada skripsi yang biasanya menjadi syarat lulus mahasiswa S1. Pada kurikulum MBKM, mahasiswa diberikan beragam pilihan tugas akhir diantaranya skripsi, proyek bisnis, proyek kemanusiaan dan lain-lain sesuai kebijakan program studi.

Variasi tugas akhir ini tentu menarik karena memberikan pilihan kepada mahasiswa tentang apa yang bisa dipilih sebagai syarat kelulusannya dari pada melakukan penelitian dan menulis skripsi sebagaimana umumnya terjadi. Karena tidak semua mahasiswa mempunyai passion untuk menjadi peneliti, dan capaian pembelajaran pun tidak hanya menjadi peneliti.

Discussion:

  1. Kemungkinan perubahan kebijakan kalau menteri ganti? — ini sangat mungkin, dan tergantung dari visi misi kita sendiri ini baik atau tidak? Kalau memang ini bagus ya kenapa tidak, kalaupun kemungkinan berubah kebijakan tidak masalah.
  2. Rekomendasi pendirian S2 — S1 tidak didesain untuk penelitian, fokus pada pengajaran/pendidikan
  3. Magang: gaji, jumlah perusahaan, pelaksanaan langsung atau seluruh?

Note: artikel ini merupakan catatan saya dalam diskusi awal perumusan proposal kurikulum kampus merdeka Prodi Agribisnis UMY dengan perwakilan dari LPP UMY Dr. Bambang Riyanta. UPDATE: beberapa tambahan berasal dari Webinar MBKM bersama Dr. Ir. Agustina Shinta Hw, MP. (Kaprodi Agribisnis, Universitas Brawijaya) pada tanggal 14 November 2020.

Yogyakarta, Rabu 12 Agustus 2020 UPDATE 14 November 2020.

References:

  1. Kemendikbud. 2020. Mendikbud Luncurkan Empat Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka.
  2. Kompas.com. 2020. Ini Rangkuman 4 Kebijakan Kampus Merdeka Mendikbud Nadiem Makarim
  3. Feature image by timesindonesia.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*