Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Prinsip dan Tahapan Dalam Konseling – 3rd Lecture Teknik Konseling – Blog Pak Heri

Prinsip dan Tahapan Dalam Konseling – 3rd Lecture Teknik Konseling

Pict by everselogisticstrends.com

Oleh: Heri Akhmadi, S.P., M.A.

Materi “Prinsip dan Tahapan Dalam Konseling” merupakan materi pertemuan ke 3 pada kuliah Teknik Konseling dan Analisis Problem Solving (TKAPS) atau disingkat Teknik Konseling. Mengawali materi ini adalah diskusi/ulasan mengenai tugas pekan sebelumnya tentang “Teori Konseling”. Dengan memahami teori konseling, mahasiswa diharapkan mempunyai gambaran tentang seperti apa praktek konseling dan penelitian mengenai konseling sejauh ini.

Konseling merupakan salah satu bentuk hubungan yang bersifat membantu. Bantuan yang dimaksud di sini adalah agar klien mampu tumbuh ke arah yang dipilihnya sendiri. Oleh karena itu, efektifitas konseling sebagian besar ditentukan oleh kualitas hubungan antara konsultan dengan kliennya. Bagi seorang konsultan, kualitas hubungan itu tergantung pada kemampuannya dalam menerapkan teknik-teknik konseling dan kualitas pribadinya.

Prinsip Konseling

  1. Prinsip Menghargai Klien

Klien bukanlah bawahan konsultan, klien adalah mitra kerja konsultan. Keberadaan seorang konsultan tidak bermakna tanpa kehadiran klien. Profesionalisme seorang konsultan sangat terkait erat dg kesungguhannya dan kemampuannya dalam memberikan bantuan ataupun advice pada klien. Oleh karena itu, dapat dikatakan juga bahwa karir seorang konsultan akan linear dg pengalaman dan kepuasan klien terhadap berbagai jasa yg telah diberikannya

  1. Mengajak Klien Bicara

Pekerjaan konsultasi adalah berbicara, maka kemampuan komunikasi (communication skill) bagi seorang konsultan merupakan kunci sukses karirnya. Konsultan harus bisa mengajak klien berbicara dan terbuka terhadap berbagai persoalan yg dialaminya. Klien berbicara disini maksudnya dengan nyaman, senang, leluasa, ikhlas tanpa ada rasa khawatir. Mengajak bicara berarti konsultan sedang membangun relationship dengan klien.

  1. Fokus Pada Masalah

Ketika pembicaraan sudah nyaman, maka tidak ada lagi alasan bagi konsultan berbicara basa-basi, atau hal-hal lain yg kurang penting. Fokuskan pada permasalahan yang ada, karena tujuan dari proses konsultasi adalah mencari solusi dan menyelesaikan masalah .

  1. Membantu Menemukan Solusi

Seorang konsultan harus berpikir dan merasakan menurut kacamata klien. Dalam menyarankan solusi, perlu dipertimbangkan juga terkait dengan biaya yang diperlukan, waktu, peluang berhasil/gagal, manfaat yg didapatkan jika berhasil/gagal (alternatif solusi) serta siapa saja yg dilibatkan dan perencanaan implementasi pemecahan masalah.

  1. Jangan Lupakan Diri

Konsultan adalah pekerjaan yang profesional, bukan kerja social. Hak-hak yang ia dapatkan hendaklah sepadan dengan kemampuannya memberikan manfaat kepada klien.

 

Tahapan Konseling

  1. Menggali Permasalahan

Keberhasilan konseling ditentukan oleh keberhasilan dalam penggalian permasalahan. Khususnya dalam menggali akar masalah yang berarti sekaligus juga mengeksplor berbagai permasalahan yg ada. Dalam menggali permasalahan, konsultan dengan klien harus yakin bahwa mereka sudah memiliki relationship yang bagus.

  1. Memetakan Masalah

Memilah, mengelompokkan, menkategorikan, atau klasifikasi masalah yang didasarkan pada hal-hal yang dianggap penting. Pemetaan masalah berdasarkan urgensinya, bisa saja dikelompokkan sebagai akar masalah dan masalah-masalah pendukung atau masalah-masalah ikutan. Akar masalah harus mendapatkan prioritas utama untuk dipecahkan.

  1. Alternatif Solusi

Berbagai alternatif solusi dpt disusun sesuai urutan prioritasnya sesuai dg urgensinya masalah. Konsultan hrs mampu memberikan arahan scr tepat sesuai dg situasi dan kondisi kliennya. Arahan dan pemilihan advis yg diambil hrs dikaitkan dg ketersediaan sumber daya yg dimiliki client dan kapasitas yg ada.  Solusi harus dilihat dr kacamata client

  1. Pendampingan

Konsultan tetap memberikan masukan terkait dengan kemungkinan munculnya berbagai persoalan selama proses pemecahan masalah. Sangat dimungkinkan ada perubahan rencana pemecahan masalah dr ketetapan semula

  1. Evaluasi

Konsultan tetap memberikan masukan terkait dengan kemungkinan munculnya berbagai persoalan selama proses pemecahan masalah. Sangat dimungkinkan adanya perubahan rencana pemecahan masalah dr ketetapan semula

Praktikum 1

Sesuai dengan rencana pembelajaran, ada beberapa kali kegiatan praktikum pada mata kuliah Teknik Konseling dan Analisis Problem Solving. Untuk praktikum 1 berisi acara “Mengenal Lembaga Konsultan Agribisnis”. Lembaga konsultan agribisnis yang dimaksuk disini bukan hanya lembaga konsultasi yang bergerak khusus di kegiatan konsultasi agribisnis, tetapi mencakup juga lembaga konsultan yang pernah mempunyai klien yang merupakan pelaku agribisnis.

Informasi yang perlu diketahui dari perusahaan konsultasi/Perusahaan Jasa Konsultan meliputi:

  1. Nama perusahaan jasa konsultan
  2. Visi dan misi Perusahaan jasa Konsultasi
  3. Lokasi
  4. Sejarah singkat usaha jasa konsultan
  5. Deskripsi singkat tentang bidang kegiatan konsultasi
  6. Prinsip-prinsip dan etika yang dipegang dalam pemberian jasa konsultasi
  7. Pengalaman pemberian bantuan atau pelayanan konsultasi yang dianggap menarik
  8. Menagmbil salah satu kegiatan konsultasi yang dianggap paling menarik dan berhasil
  9. Tahapan/proses pemberian konseling (jelaskan setiap tahapannya secara detail, bahas dan kaitkan dengan teori yang pernah di dapat, beri pendapat saudara terhadap apa yang terlah dilakukan oleh perusahaan konsultan, apakah ada hal yang perlu diperbaiki ?, apakah ada prinsip atau etika yang kurang relevan, perlu ditambah, dsb nya)
  10. Kesimpulan

Adapun sistematika penulisan laporannya adalah sebagai berikut:

  1. Judul depan (terkait dengan masalah yang akan diungkap), halaman sampul dan anggota kelompok
  2. Deskripsi Perusahaan Konsultasi (Nama, visi misi, lokasi, sejarah singkat, deskripsi singkat bidang kegiatan, pengalaman pelayanan konsultasi)
  3. Deskripsi singkat perusahaan klien
  4. Topik permasalahan yang akan dipecahkan
  5. Prinsip-prinsip dan ertika yang dipegang konsultan (banyak bertanya: detail)
  6. Tahapan kegiatan konseling dan pembahasan ( jelaskan secara detail mulai dari membangun komunikasi yang efektif dan relationship, menggali masalah klien, menentukan akar masalah klien, proses pendampingan pemecahan masalah klien, sampai dengan masalah klien dapat terpecahkan)

Tugas 2

  • Buat esay tentang “pengalaman dalam membangun komunikasi dengan orang lain”.
  • Posting esay tersebut di blog masing-masing.
  • Copy link tugas tadi di comment space di bawah ini
  • Jangan lupa cantumkan NAMA dan NIM
  • Due date: Jumat, 10 Maret 2017 Pukul 07.00 WIB.

 

Referensi

McLeod, John. Tahun 2010. Pengantar Konseling, Teori dan Studi Kasus, Edisi III, Kencana Prenada Media Group. Jakarta

18 Comments on Prinsip dan Tahapan Dalam Konseling – 3rd Lecture Teknik Konseling

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*