Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Strategi Indeksasi Jurnal Agar Terindeks SCOPUS – Blog Pak Heri

Strategi Indeksasi Jurnal Agar Terindeks SCOPUS

Oleh: Heri Akhmadi, S.P., M.A.

Indeksasi jurnal merupakan salah satu hal penting bagi pengelola jurnal. Suatu jurnal yang terindeks oleh lembaga pengindeks ternama seperti SCOPUS, Web of Science, SINTA (Ristekbrin) selain meningkatkan reputasi juga menandakan kualitas jurnalnya.

SCOPUS merupakan salah satu lembaga pengindeks yang diakui di dunia saat ini. Terlepas pro dan kontranya, bagaimana pun juga jurnal yang terindeks SCOPUS mayoritas jurnal yang terkenal dan berkualitas. Oleh karena itu beberapa jurnal nasional juga berlomba-lomba untuk bisa terindeks lembaga pengindeks ini.

Ada beberapa keuntungan jurnal terindeks SCOPUS:

  1. Economic: bisa charge lebih banyak
  2. Psycologic: reputasi
  3. Practical: memperbanyak artikel yang submit, kualitas paper meningkat

Yang menjadi pertanyaan tentu bagaimana strateginya agar jurnal bisa terindeks SCOPUS. Pada dasarnya strateginya hampir sama dengan strategi agar jurnal bisa publish terindeks scopus, artinya mempersiapkan paper yang terbaik dan barkualitas.

Criteria SCOPUS

  1. Minimal 2 tahun terbit
  2. Ada peer-review (dijelaskan detail, apakah double blind review atau single blind review)
  3. Publikasi reguler
  4. Relevant and readable: misal dalam hal readability, menggunakan bahasa Inggris untuk judul, abstract, author dan afiliation
  5. Ada etika publikasi dan statement malpraktek statement

5 Kriteria Evaluasi:

  1. Journal Policy
  2. Quality of content
  3. Journal standing
  4. Regularity
  5. Online availability: artinya persyaratan yang diminta bisa diakses secara online

Catatan:

  • Jangan submit jurnal yang namanya hampir sama dengan jurnal yang sudah terindeks scopus
  • Ada requirement bahwa artikel yang dipublish pernah disitasi oleh jurnal terindeks SCOPUS
  • Editor jurnal harus merupakan expert di bidangnya

Journal Quality:

  • Ada peer review proses (ada editorial review), dijelaskan juga
  • Author yg tercantum memang benar-benar berkontribusi
  • Informasi sponsor: menunjukkan bahwa riset ini serius karena didanai orang lain
  • Judgement should be objective
  • Reviewers tidak ada conflict of interest
  • Proses review bersifat rahasia
  • Ada retracting or correcting artikel jika diperlukan
  • Jurnal didedikasikan dalam bahasa Inggris
  • Author guideline, aim and scope harus dalam bahasa Inggris
  • Keragaman asal negara dari reviewer, editor dan author (dari 4 benua)

Meningkatkan keragaman editor dan author:

  • Strateginya bisa model invited writer
  • Menggunakan mahasiswa atau dosen yang sedang studi di luar negeri untuk bersama dengan koleganya menulis

Consistency:

  • consistent quality
  • consistent publicity

Pentingnya Peran Editor dalam Mempersiapkan Jurnal Menuju Terindeks SCOPUS

  1. Menentukan kualitas paper yang diterima
  2. Memilih reviewer yang berkualitas
  3. Review proses system yang jelas (misal berapa lama proses review)

——————————

Artikel ini adalah catatan saya mengikuti workshop strategi indeksasi jurnal SCOPUS yang diselenggarakan oleh Divisi Publikasi LP3M UMY pada hari Rabu, 5 Agustus 2020. Pemateri para editor in chief jurnal UMY

  • Endriyo Susila, Ph.D – Editor in Chief ICLR
  • Dr. Nuryakin – Editor in Chief JMMR

References:

  • Endriyo Susilo, 2020. Strategi Meraih Indeksasi (SCOPUS)
  • Nuryakin, 2020. Sharing Session, Toward Scopus Indexing Journal
  • Feature image credit to blueeyesintelligence.org

*Penulis adalah dosen Prodi Agribisnis dan Editor Jurnal AGRARIS UMY (Terindeks SINTA 2)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*