Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning TIK Lecture 2019 – Blog Introduction – Blog Pak Heri

TIK Lecture 2019 – Blog Introduction

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Siapa yang tidak kenal Raditya Dika? seorang selebriti, aktor film, penulis dan juga komikan (sebutan untuk pemain stand-up comedy, jenis lawakan kaum muda masa kini). Hampir semua anak muda Indonesia generasi milenial mengenal Raditya, demikian dia biasa dipanggil. Tapi tahukah anda siapa sebelumnya Raditya Dika? Apakah ia anak aktor terkenal sehingga dengan “mudah” naik ke tangga popularitas dan menjadi salah satu selebritas di jagad hiburan tanah air?. Atau ia anak pejabat yang mempunyai koneksi banyak sehingga memudahkan mengakses tangga popularitas?

Sebelum menjadi selebritis dan penulis terkenal seperti sekarang ini, Raditya hanyalah seorang pemuda biasa sebagaimana lainnya. Ia memang beruntung bisa kuliah di luar negeri (Adelaide, Australia). Dan berawal dari tulisannya sewaktu kuliah di Australia itulah awal dari tangga karirnya sebagai selebritas tanah air. Ia menuliskan kisahnya sewaktu kuliah di dalam blog pribadi (www.radityadika.com). Meski sekarang sedang di deactivated blognya, tapi dari blog itulah semua bermula. Mulai dari beberapa follower (istilah untuk orang yang menjadi pengikut suatu blog), hingga mencapai jutaan follower yang rela melototin tulisan-tulisannya.

Data dari forumblogindo.com menyebutkan, Raditya saat ini (2017) setidaknya memiliki Facebook fans (penggermar di jejaring sosial facebook) sejumlah 1,5 Juta orang (https://www.facebook.com/radityadikapages), Twitter follower: 10,5 Juta (https://twitter.com/radityadika) dan Youtube subscribers sebanyak 1,4 Juta orang. Jumlah yang tidak sedikit tentunya.

Berawal dari blognya lalu ia menuangkan kumpulan tulisannya menjadi beberapa buku. Dan dari bukunya lalu lahirlah menjadi beberapa naskah sekenario film yang akhirnya diluncurkan dengan beberapa diantaranya dibintangi sendiri oleh Raditya Dika. Hal ini semakin membuat popularitasnya meningkat. Tidak Cuma seorang blogger tapi menjadi sebritis papan atas tanah air.

Gambar 1. Tampilan Templete Blog Raditya Dika (www.radityadika.com)

 

Raditya Dika boleh jadi salah satu contoh bloger yang sukses tidak hanya dalam mengelola blognya tapi mendiversifikasi potensinya sehingga tidak hanya sukses di blog saja tetapi hingga ke dunia lainnya. Ya, ternyata berawal dari blog bisa merambah ke mana-mana.  Berawal dari tulisan corat-coret biasa sekedar curhat bisa menjadi buku, dari buku menjadi naskah scenario film lalu menjadi artis dan bahkan sutradara sekaligus.

Itulah betapa sebuah blog ternyata mempunyai peran yang signifikan di era yang serba digital ini. Dan dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, tentu juga mempunya potensi besar, yang jika dimanfaatkan dapat mendukung proses belajar mengajar baik bagi dosen maupun mahasiswa.

Apa Itu Blog

Blog (sigkatan dari “Web log”) merupakan salah satu aplikasi web yang berupa tulisan-tulisan (post) yang bisa dikombinasikan dengan berbagai media baik itu gambar maupun video dan biasanya ditulis dalam bahasa non formal serta umumnya dijalankan oleh perorangan/pribadi. Post atau posting suatu tulisan pada sebuah blog biasanya ditampilkan secara chronological yaitu diurut dari tulisan terbaru dan diikuti oleh yang lama (tulisan terbaru tampil di urutan terakhir/teratas).

Pembaca dan penulis blog bisa berinteraksi dalam setiap postingan, dengan memberikan komentar dan jawaban. Dialog antara penulis dan pembaca merupakan salah satu fitur yang membuat blog menjadi populer (Djuraskovic, et. al).

Dari istilah blog ini kemudian muncul beberapa istilah lainnya. Seseorang yang menjalankan suatu blog dikenal dengan istilah “blogger”. Adapun kegiatan mengelola atau aktif di sebuah blog disebut “blogging” atau “ngeblog”.

Menurut sejarah penggunaannya, blog pada awalnya merupakan catatan pribadi pemiliknya (pemilik blog), ibarat buku diary yang ditulis di dunia maya. Namun perkembangan kemudian berubah menjadi bermacam-macam tema tergantung maksud dari pembuatannya. Ada yang berisi curahan hati, catatan perjalanan, catatan kuliah, hobi bahkan sengaja untuk bisnis. Oleh karena itu saat ini hampir tidak ditemukan perbedaan antara blog dan website pada umumnya.

Mengapa Perlu Blog

Banyak alasan orang ketika memutuskan untuk membuat sebuah blog. Beberapa diantaranya untuk mengekspresikan passion_nya. Alasan lainnya adalah untuk sekedar berbagi informasi, pendapat, pemikiran dan hal-hal lainnya kepada orang lain.

Next…silakan kunjungi E-Learning atau download materi kuliah di bawah ini.


Untuk lebih detail tentang kuliah ini silakan download materi kuliah tentang blog berikut ini:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*