Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Tips dan Trik Manyusun MONOGRAF Untuk Dosen – Blog Pak Heri

Tips dan Trik Manyusun MONOGRAF Untuk Dosen

Oleh: Heri Akhmadi, S.P., M.A.

Materi “Tips dan Trik Manyusun MONOGRAF Untuk Dosen” ini merupakan catatan saya dari mengikuti pelatihan penyusunan monograf yang diselenggarakan oleh BSDM UMY pada hari ini, Jumat 2 November 2018. Seperti halnya materi-materi kegiatan saya sebagai dosen, sengaja saya tulis di blog dengan harapan bisa menambah kemanfaatan materi ini.

Apa itu MONOGRAF?

Monograf merupakan bentuk tulisan tentang sub bidang ilmu yang spesifik. Sebagai gambaran, jika anda menulis tentang “Dasar-Dasar Agribisnis”, itu menjadi sebuah buku. Adapun monograf hanya membahas bagian kecil dan spesifik (sub bidang) dari Dasar-Dasar Agribisnis.

Pada dasarnya monograf seperti laporan penelitian. Atau hasil penelitian yang belum dipublikasikan di jurnal. Kalau sudah dipublikasikan di jurnal maka artikel jurnal tersebut yang dijadikan bahan atau referensi dalam menulis monograf.

Menurut tim Penilaian Angka Kredit (PAK) dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti/DIKTI), monograf mempunyai nilai kredit 20-25 (maksimal). Cukup besar untuk sebuah komponen penilaian, karena lebih besar dari pada nilai di jurnal tidak terakreditasi (cuma 10).

Terkait dengan kontennya, DIKTI juga mensyaratkan jumlah halaman minimal monograf adalah 40 halaman ukuran setengah F4 (15×23 cm), dengan spasi 1.15.

Source: slideshare.net

STRUKTUR KONTEN MONOGRAF

Pada dasarnya tidak ada ketentuan berapa jumlah bab dalam suatu monograf. Namun setidaknya setidaknya harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Latar belakang, Rumusan masalah, Tujuan (Masuk dalam konten pendahuluan)
  2. Tinjauan Pustaka,
  3. Hasil dan Pembahasan
  4. Daftar pustaka

Pengantar

Seperti umumnya tulisan di buku, monograf juga bisa diberikan pengantar tulisan. Perlu dibedakan antara pengantar dari penulis dan pengantar dari orang lain terhadaap tulisan kita. Pengantar dari penulis monograf disebut dengan PRAKATA atau dalam istilah Bahasa Inggris PREFACE. Adapun KATA PENGANTAR adalah tulisan pengantar dari orang lain terhadap tulisan kita (FOREWORD).

Pendahuluan

  • Latar belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan penelitian tidak perlu dicantumkan di bab pendahuluan, tetapi bisa dicantumkan di prakata.

Pendahuluan adalah bab yang paling banyak dibaca oleh reviewer, oleh karena itu usahakan sebaik dan serapi mungkin menulis di bagian pendahuluan.Tentu bukan karena bab lainnya tidak penting atau dibiarkan saja, namun ibarat penampilan pertama akan sangat menentukan penilaian berikutnya.

Yang diperhatikan tidak cuma isi dari pendahulun ini, namun juga tata penulisan, ejaan, kutipan dan lainnya. Oleh karena itu hindari salah ketik, tidak konsisten menulis pustaka dll.

Pict. credit to upress.umn.edu

Tinjauan Pustaka

Berbeda dengan tulisan untuk jurnal, dimana sangat dihindari untuk terlalu percaya diri mengutip tulisan/artikel sendiri (etika penulisan). Namun untuk tulisan buku dan monograf, justru sebaiknya mengutik semua tulisan/paper kita sendiri. Ini yang membedakan antara tulisan pada jurnal dan monograf.

Penulisan tinjauan pustaka bisa juga langsung pada topiknya. Tidak gelondongan dalam “Bab Tinjauan Pustaka”. Misalnya, tinjauan pustaka tentang “Teknologi Informasi dan Komputasi” bisa langsung judulnya itu lalu sub judulnya meliputi: definisi, jenis perangkat, software dll.

Monograf akan menjadi rujukan ilmiah buat penelitian, maka hindari/jangan sekali-kali mengutip dari sumber yang terpercaya. Jangan sekali-kali mengutip dari blog, wikipedia dan sumber yang kurang terpercaya.

 

Metodology?

Metodologi tidak perlu dicantumkan di monograf, tetapi bisa dimasukkan secara implisit di tinjauan pustaka atau pembahasan.

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan diskusi pembahasan ditulisakan satu paket. Pembahasan harus menyertakan setidaknya 70% dari pustaka yang diacu. Kalau kurang atau bahkan tidak sama sekali mengacu dari daftar pustaka maka akan mengurangi penilaian.

Dalam pembahasan juga bisa disertakan gambar. Gambar sebaiknya tidak terlalu kecil, bisa satu halaman kalau itu buku atau paling tidak setengah halaman.

Daftar Pustaka

Monograf yang bagus sebaiknya ada daftar pustaka di tiap bab. Selain untuk memperkuat bahasan, dengan menuliskan daftar pustaka di tiap bab juga bisa buat nambah-nambah halaman…hehe. Usahakan daftar pustaka dari sumber primer (jurnal) bukan dari buku.

Publication Ethic: Hasil Penelitian Bersama dan Hasil Penelitian Mahasiswa boleh tidak…?

Untuk tulisan yang merupakan hasil penelitian bersama, maka jika akan dituliskan menjadi monograf harus mendapat persetujuan (tertulis diatas materei) dari tim peneliti lainnya. Untuk penelitian yang melibatkan mahasiswa, jika merupakan bagian dari penelitian dosen maka dosen bisa mengklaim sebagai penelitiannya.

Namun jika penelitian mahasiswa bukan merupakan bagian dari/disponsori oleh dosennya maka secara etika dosen tidak bisa mengklain penelitian tersebut.

References:

  1. Materi ceramah “Tips dan Trik Penulisan Monograf”, oleh Prof. Agus Setyo Muntohar, Ph.D. UMY. 2018
  2. Pict. credit to: lifepersona.com, slideshare.net, upress.umn.edu

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*